jump to navigation

Proposal Wakaf Tunai


A. MUQODDIMAH

Seiring dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi dan informatika, ummat Islam dihadapkan kepada suatu kenyataan tentang pentingnya membekali dan membentengi diri dari berbagai dampak negatif yang diakibatkan dari kemajuan teknologi dan informatika. Pada sisi yang lain, ummat Islam dituntut harus cepat tanggap agar kemajuan teknologi dan informatika dapat dijadikan sebagai sarana dakwah yang efektif dan efisien dalam memuliakan Islam dan para pemeluknya. Akan tetapi, kenyataan yang terjadi ummat Islam hampir sebagian besar telah lalai dalam tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang penuntut ilmu (atau dalam istilah teori belajar; seorang pembelajar). Padahal, karakter muslim sebagai seorang pembelajar serta mentradisikan ilmu telah menjadikan para Sahabat  Radiyallaahu ‘Anhum sebagai sosok yang mulia dihadapan Allah ‘Azza Wa Jalla maupun dihadapan manusia yang lain.

Realitas di atas semakin diperburuk dengan kondisi lingkungan dan struktur pembinaan lembaga kemasyarakatan yang kurang kondusif dalam menciptakan karakteristik muslim yang seutuhnya. Pada akhirnya, sebagian besar ummat Islam memahami dan mempraktekkan Islam dalam kesehariannya berdasarkan tradisi keagamaan yang telah berkembang sebelumnya.  Sehingga dapat dipahami, begitu banyak pemahaman dan praktek-praktek penerapan ajaran Islam yang kurang bahkan tidak relevan lagi dengan sumber-sumber ajaran Islam yang murni yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah yang shahih (sebagaimana yang telah dipahami dan diterapkan oleh Para Sahabat, Tabi’in, dan Tabiut-tabi’in).

Memang harus diakui, realitas tersebut di atas hampir terjadi secara merata di wilayah Negara Indonesia. Tak terkecuali kondisi keagamaan yang berada di kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor yang merupakan pusat pemerintahan daerah Kabupaten Bogor. Pada sisi yang lain perlu juga disyukuri, geliat pemahaman Al-Qur’an dan As-Sunnah yang shahih (sebagaimana yang telah dipahami dan diterapkan oleh Para Sahabat, Tabi’in, dan Tabiut-tabi’in) telah banyak merambah ke seluruh pelosok negeri melalui berbagai media dan sistem pendakwahan yang efektif.

Oleh karena itu, pusat-pusat pengembangan dakwah yang murni dan shahih perlu dibangun di berbagai wilayah sehingga diharapkan dapat memperkokoh upaya berbagai pihak untuk memurnikan ajaran Islam serta membina ummat untuk mentradisikan ilmu syar’i dalam kesehariannya (tashfiyah wa tarbiyah). Sehingga janji Allah ‘Azza Wa Jalla untuk menguasakan bumi kepada kaum muslimin serta melimpahkan rahmat-Nya dapat dicapai selama kaum muslimin tetap beriman, beramal shaleh, dan tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatu apapun (QS. An-Nuur ayat 55-56).

Atas tugas dan tujuan mulia itulah, maka kami berencana untuk membangun pusat pengembangan dakwah di wilayah cibinong melalui sistem wakaf dana tunai yang akan dialihkan untuk pembelihan tanah wakaf dan bangunan (rencana lebih rinci dapat dilihat pada point C dan D). Hingga saat disusunnya proposal ini, dana yang telah terhimpun guna pembelian tanah wakaf sebesar Rp. 10.500.000,- (sepuluh juta lima ratus ribu rupiah) atau seluas tanah 35 m2 (standar harga tanah permeter; Rp. 250.000 s.d. Rp. 300.000,-) . Sementara target pencapaian minimal luas tanah yang akan disiapkan sebesar 1.000 m2.

Melalui proposal ini kami mengajak seluruh pihak yang memiliki kepedulian terhadap kebaikan kaum muslimin untuk menyukseskan maksud dan tujuan yang mulia ini, sehingga upaya untuk menghadirkan kondisi kemasyarakatan (masyarakat madani) sebagaimana yang dialami oleh Rasulallah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam dan Para Sahabatnya dapat kita rasakan juga di negeri ini. Pada akhirnya, Shalawat dan salam semoga tetap tercurah kepada Nabi Muhammad Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam,  para keluarganya, dan para shahabatnya yang mulia.

Wallahul Musta’an.

B. PANDUAN SINGKAT WAKAF

MAKNA WAKAF

Wakaf ialah menahan suatu barang dan mengambil manfaatnya guna diberikan di jalan kebaikan (Tahbiisul Ashl Wa Tasbiilul Manfa’ah) [1] .  Allah ‘Azza Wa Jalla berfirman: “ dan berbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan” (QS. Al-Hajj: 77), dalam ayat yang lain Allah ‘Azza Wa Jalla juga menegaskan: ”Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai.” (QS. Ali-Imran: 92). Dalam sejarah Islam, wakaf baru dikenal sejak masa Rasulallah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam. Wakaf disyariatkan setelah Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam berada di Madinah, yaitu pada tahun kedua Hijriah. Dalam masalah ini, Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

”Sesungguhnya Umar Radiyallaahu ’Anhu  telah mendapatkan sebidang tanah di Khaibar. Umar bertanya kepada Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam., ”Apakah perintahmu kepadaku yang berhubungan dengan tanah yang aku dapat ini?” Jawab Beliau, ”Jika engkau suka, tahanlah tanah itu dan engkau sedekahkan manfaatnya.” Maka dengan petunjuk Beliau Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam itu lalu Umar Radiyallaahu ’Anhu sedekahkan manfaatnya dengan perjanjian tidak boleh dijual tanahnya, tidak boleh diwariskan, dan tidak boleh dihibahkan.”[2]


Ini adalah wakaf pertama di dalam Islam. Imam Syafi’i berkata, ”Sesudah itu 80 (delapan puluh) orang sahabat di Madinah terus mengorbankan harta mereka dijadikan wakaf pula.”[3]

HIKMAH DAN KEUTAMAAN WAKAF

Dari Abu Hurairah Radiyallahu anhu, ”Sesungguhnya Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam telah bersabda, Apabila  seseorang meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah (wakaf)[4], ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang mendoakan ibu bapaknya.”[5]

Dari hadits tersebut jelaslah bahwa wakaf bukan hanya seperti sedekah biasa, tetapi lebih besar ganjaran dan manfaatnya terhadap diri yang berwakaf. Karena ganjaran wakaf itu terus menerus mengalir selama barang wakaf itu masih berguna. Wakaf bagi masyarakat, dapat menjadi washilah (jalan) untuk kemajuan ummat yang seluas-luasnya. Bahkan, ummat Islam terdahulu dapat berkembang dan maju dikarenakan dari hasil wakaf sebagian kaum muslimin. Berkembangnya agama Islam seperti yang kita lihat sekarang ini diantaranya adalah karena hasil wakaf dari kaum muslimin. Bangunan-bangunan masjid, mushalla (surau), madrasah, pondok pesantren, panti asuhan dan sebagainya hampir semuanya berdiri diatas tanah wakaf. Bahkan banyak pula lembaga-lembaga pendidikan Islam, majelis taklim, madrasah, dan pondok-pondok pesantren yang kegiatan operasionalnya dibiayai dari hasil tanah wakaf.

Karena itulah, maka Islam sangat menganjurkan bagi orang-orang yang kaya agar mau mewariskan sebagian harta atau tanahnya guna kepentingan Islam. Hal ini dilakukan atas persetujuan bersama serta atas pertimbangan kemaslahatan ummat dan dana yang lebih bermanfaat bagi perkembangan ummat.  Dengan demikian, manfaat wakaf tidak hanya dapat dirasakan oleh ummat Islam saat ini, akan tetapi dapat juga dirasakan manfaatnya bagi generasi ummat Islam pada masa-masa yang akan datang.

Adapun hikmah wakaf adalah sebagai berikut:

Melaksanakan perintah Allah ‘Azza Wa Jalla untuk selalu berbuat baik. Firman Allah ‘Azza Wa Jalla:  “Hai orang-orang yang beriman, ruku’lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan berbuatlah  kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.” (QS Al Hajj : 77)

Memanfaatkan harta atau barang tempo yang tidak terbatas.

Kepentingan diri sendiri sebagai pahala sedekah jariah dan untuk kepentingan masyarakat Islam sebagai upaya dan tanggung jawab kaum muslimin atas kaum muslimin lainnya. Mengenai hal ini, Rasulallah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda dalam salah satu haditsnya:

“…Barangsiapa yang peduli terhadap kebutuhan saudaranya, maka Allah selalu peduli terhadap kebutuhannya.. [6]

Mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi.

Wakaf (biasanya dapat) diberikan kepada badan hukum yang bergerak dalam bidang sosial kemasyarakatan. Hal ini sesuai dengan kaidah usul fiqih yaitu; “Kemaslahatan umum harus didahulukan daripada kemaslahatan yang khusus.

Tujuan wakaf dapat tercapai dengan baik, apabila faktor-faktor pendukungnya ada dan berjalan. Misalnya nadir atau pemelihara barang wakaf. Wakaf yang diserahkan kepada badan hukum biasanya tidak mengalami kesulitan. Karena mekanisme kerja, susunan personalia, dan program kerja telah disiapkan secara matang oleh yayasan penanggung jawabnya.[7]

Adapun manfaat wakaf bagi orang yang menerima atau masyarakat adalah:

  1. Mampu menghilangkan kebodohan dan mencerdaskan ummat.
  2. Mampu menghilangkan atau mengurangi tingkat kemiskinan.
  3. Mampu menghilangkan atau mengurangi kesenjangan sosial sehingga laju ekonomi tidak terpusat pada kelompok masyarakat ekonomi kelas atas saja.
  4. Mampu menstimulus kemajuan serta meningkatkan kesejahteraan ummat.

Wallahu a’lam.

C. VISI, MISI, PROGRAM, dan PENGELOLA WAKAF

Nama Yayasan: YAYASAN IBNU UMAR BOGOR, Nomor Akte Notaris/Tgl.Pendirian: 01/15 Oktober 2008, Kantor Notaris: Zainun Ahmadi, SH.

Visi

Berketetapan hati menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujudnya masyarakat madani yang diridhai oleh Allah Subhaanahu Wa Ta’ala, unggul dalam  ilmu pengetahuan dan teknologi, kompetitif, berempati terhadap lingkungannya, serta memegang teguh Al-Quran dan As-Sunnah menurut pemahaman para sahabat, tabi’in, dan tabiut-tabi’in.

Misi

  1. Mengembangkan sistem pembinaan dan pemberdayaan ummat  yang unggul, visioner, menghasilkan masyarakat Islam yang berkualitas, bertaqwa, dan memegang teguh Al-Qur’an dan As-Sunnah.
  2. Berupaya memahami secara komprehensif setiap permasalahan kaum muslimin sekaligus mencari alternatif pemecahan dengan cara mengembangkan perbaikan yang berkesinambungan.
  3. Melaksanakan pembinaan dan pemberdayaan ummat secara efektif, sehingga Islam dapat berkembang secara optimal sesuai potensi pemberdayaan yang dimilikinya.
  4. Menumbuhkan semangat keunggulan dalam berbagai bidang secara intensif kepada seluruh kaum muslimin.
  5. Mendorong dan membantu setiap kaum muslimin untuk mengenali agamanya, warisan ilmiah para salaful-ummah serta ulama yang mengikutinya sehingga dapat menjadi sumber kearifan dalam kehidupan sehari-hari.
  6. Menumbuhkan penghayatan dan pengamalan terhadap nilai-nilai keislaman sehingga menjadi sumber kearifan dalam berpikir dan bertindak.
  7. Membangun jaringan dakwah dan pemberdayaan ummat sehingga dapat berperan aktif dalam mempersiapkan kaum muslimin yang unggul dan kompetitif.
  8. Melatih dan membina tenaga professional keummatan yang berkualitas dalam berbagai bidang sesuai standar dan tuntutan perkembangan terkini sehingga dapat mendorong percepatan (akselerasi) terwujudnya masyarakat Islam yang kuat, unggul, kompetitif, dan diridhoi oleh Allah Subhaanahu Wa Ta’ala.

Maksud dan Tujuan

Yayasan Ibnu Umar Bogor mempunyai maksud dan tujuan di bidang:

  1. Dakwah dan Pemberdayaan Asset umat
  2. Sosial, dan
  3. Kemanusiaan

Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, Yayasan menjalankan kegiatan sebagai berikut:

a. Di bidang Dakwah dan Pemberdayaan Asset umat  meliputi antara lain:

  1. Menyelenggarakan kegiatan majelis taklim/pengajian/kajian Islam berdasarkan Al-Qur’an dan As-sunnah serta mengikuti manhaj salafus-sholih, Ahlussunnah wal jama’ah.
  2. Menerima dan menyalurkan zakat, shadaqah, infaq, waqaf, hibah, wasiat dan sumbangan lainnya.
  3. Pelatihan khutbah jum’at, dakwah dan tabligh.
  4. Pelatihan keterampilan bagi remaja Islam dan remaja Masjid.
  5. Penerbitan brosur, bulletin, dan buku untuk syiar keagamaan.

b. Di bidang sosial meliputi antara lain:

  1. Mendirikan Lembaga Pendidikan: Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama, Sekolah Lanjutan Tingkat Menengah, Sekolah Tinggi/Universitas.
  2. Menyelenggarakan kursus-kursus atau keterampilan.
  3. Menyelenggarakan perpustakaan (maktabah).

c. Di bidang kemanusiaan meliputi antara lain:

  1. Mendirikan balai pengobatan poliklinik dan laboratorium.
  2. Menyelenggarakan penyuluhan untuk menghindarkan bahaya narkoba/narkotika dan ancaman bahaya aborsi, pornoaksi dan pornografi.

Susunan Pengelola Yayasan Ibnu Umar Bogor

Pembina: Abu Akif, Pengurus: Ketua: Cholid Choidar (Abu Arif), Sekretaris: Murphyto Adiyatno, SE. (Abu Helmy), Bendahara: Firman Fajri, SE. (Abu Thariq), Bidang Dakwah & Pemberdayaan Asset Umat: Agus Susilo, Bekti Purwoko, Bachtiar. Bidang Sosial: Suyanto, Kudi S, Sriyono, Ambril. Bidang Kemanusiaan: Muhidin, Jamal, Taufik, Hadi, Imam S. Pengawas: Ust. Lutfi Umar, A. Md, Kosasih.

Sekretariat Yayasan

Perumahan Puri Alam Kencana II, Blok N3 No. 14, Nanggewer Mekar, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor. Kode Pos 16912, Telp. (021) 876 0905.  Hp. 0817 493 1946 (Abu Akif), 0815 1059 1988 (Abu Thariq), 0813 8433 2730 (Abu Arif).

D. RENCANA PEMANFAATAN TANAH WAKAF

Penyediaan tanah wakaf merupakan tahap awal pembangunan gedung sebagai pusat dakwah dan laboratorium pemberdayaan ummat. Dalam jangka waktu dekat, bangunan yang akan didirikan pada lahan wakaf akan dimanfaatkan untuk pendidikan sekolah dasar berbasis Islam. Untuk lebih jelasnya akan dipaparkan dalam bentuk tabel rencana tahapan pemanfaatan tanah wakaf hingga 5 (lima) tahun yang akan datang sebagai berikut:

Tahap Pertama, Tahun 2009-2011. Penghimpunan Dana Wakaf

Hingga saat disusunnya proposal ini, dana yang telah terhimpun guna pembelian tanah wakaf sebesar Rp. 10.500.000,- (sepuluh juta lima ratus ribu rupiah) atau seluas tanah 35 m2. Target Minimal; terhimpun dana wakaf selama 2 tahun guna pembelian tanah seluas 1.000 m2.

Tahap Kedua, Tahun 2011. Konsolidasi, Tahap ini terdiri dari dua proses;

  1. Mematangkan konsep pendidikan yang akan dilaksanakan.
  2. Pembuatan site plan dan penentuan besarnya kebutuhan pembiayaan bangunan fisik.

Keterangan: Perumusan konsep pendidikan telah dimulai pada saat disusunnya proposal ini, adapun pematangan konsep akan dilakukan pada tahap konsolidasi sebelum dimulainya pembangunan fisik. Sedangkan site plan dan kebutuhan biaya pembangunan baru akan direncanakan setelah terhimpunnya dana wakaf seluas tanah 1.000m2.

Tahap Ketiga, Tahun 2011-2012. Penghimpunan Dana Bangunan. Bangunan Tahap ini terdiri dari; masjid dan kamar marbot (seluas 200 m2) satu lantai, dua kelas belajar (kapasitas maksimal 25 orang), satu kantor, satu asrama putra (kapasitas 25 orang, bagi kelas 5 s.d. 6 SD), satu rumah ustadz/mudir

Keterangan: Dana dihimpun melalui; a. lembaga donor dalam maupun luar negeri, b. swadaya/ sumbangan masyarakat. Rencana penataan lahan sebagaimana terlampir dalam denah.

Tahap Keempat, Tahun 2013. Pelaksanaan Program Pendidikan Tingkat Dasar, Pendidikan dilaksanakan dengan prinsip-prinsip sebagai berikut:

  1. Pendidikan murah dan berkualitas bagi kategori kelas menengah ke atas dan gratis bagi kategori dari keluarga tidak mampu.
  2. Pendidikan berbasis penerapan Islam melalui internalisasi karakteristik muslim dalam kesehari-harian dengan materi-materi keislaman yang shahih.
  3. Pendidikan berbasis keunggulan (diniyah, bilingual, teknologi tinggi, dan prestasi).
  4. Pendidikan berbasis kewirausahaan untuk kemandirian.
  5. Pembelajaran seharian penuh (full day school).
  6. Program mondok bagi siswa (putra) kelas tinggi (kelas 5 s.d. 6 SD)

Keterangan: Guna mencapai pendidikan murah dan berkualitas dilakukan upaya sebagai berikut: pemberdayaan dana infaq, shadaqah, dan zakat, subsidi silang dari peserta didik yang mampu, menggalang dana dari sumber pemerintah maupun sumber dana yang lain yang tidak mengikat.

Adapun program lima tahun sesudahnya, akan dirumuskan secara rinci setelah terlaksananya tahapan-tahapan di atas.

E. RENCANA LOKASI PEMBELIAN TANAH WAKAF

Lokasi yang tepat dan strategis merupakan pertimbangan utama dalam pembelian tanah wakaf. Karena fungsinya sebagai pusat dakwah dan laboratorium pemberdayaan ummat, lokasi yang dipilih sebaiknya berada di wilayah kedudukan pusat pemerintahan daerah serta mudah dijangkau dan dapat diakses dari berbagai arah. Atas dasar pertimbangan tersebut, maka lokasi tanah yang tepat untuk kategori tersebut adalah tanah yang berada di sepanjang jalan ke arah pintu tol masuk sirkuit sentul.

Berdasarkan hasil survey kami, lokasi tanah yang dimaksud berada di desa sukaraja, sentul, cibinong. Posisinya persis setelah lokasi tanah yang dimiliki oleh Universitas Pakuan yang sebagiannya telah dipagari. Tanah seluas 3.000m2 dijual oleh pemiliknya seharga Rp. 250.000 – 300.000/m2. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar denah lokasi tanah.

F. SISTEM DAN TATA CARA WAKAF

Sistem Wakaf

  1. Wakaf berbentuk dana tunai. Besarnya dana tunai ditentukan sebesar Rp. 300.000/m2.
  2. Besarnya dana wakaf ditentukan berdasarkan volume tanah yang akan diwakafkan dikalikan dengan harga tanah per-m2.
  3. Dana wakaf terlebih dahulu akan dikumpulkan sampai mencapai batas minimal 1.000 m2. Selama pengumpulan dana wakaf tersebut, pihak pengelola akan melaporkan perkembangan terakhir setiap tiga bulan kepada para pewakaf melalui media internal yayasan.
  4. Pengumpulan dana wakaf akan disimpan di Bank Syariah terpercaya sehingga terhindar dari unsur riba.
  5. Tidak tertutup kemungkinan adanya pewakaf yang mewakafkan tanahnya (diluar wakaf berbentuk dana tunai) selama terdapat kesepahaman dan kesesuaian dengan visi dan misi serta pengelolaannya diantara kedua belah pihak.

Tata Cara Wakaf

  1. Dana wakaf dapat dijemput langsung oleh pihak pengelola dan/atau dapat disetorkan melalui Bank Syariah Mandiri KCP Cibinong atas nama Firman Fajri dengan nomor rekening 0437079780.
  2. Apabila pewakaf menyetorkan dananya melalui Bank, mohon dapat dikonfirmasikan kepada pihak pengelola jumlah dana yang disetor guna mengetahui besarnya volume pembelian tanah yang diwakafkan. Konfirmasi dapat melalui sms ke nomor handphone; 0817 493 1946/ 0815 1059 1988 /0813 8433 2730.
  3. Setelah dana wakaf diterima oleh pihak pengelola, pihak pengelola akan mengeluarkan surat tanda terima amanah pembelian tanah wakaf (format surat terlampir).

Ketentuan Lain

  1. Apabila karena suatu dan lain hal dikarenakan tidak memungkinkan lagi dana tunai wakaf dibelikan pada lokasi yang telah direncanakan serta terjadi perubahan harga satuan tanah akibat pengalihan, maka pihak pengelola akan menginformasikannya kepada pewakaf melalui media-media internal yayasan.
  2. Hal-hal lain yang belum jelas atau belum diatur dalam ketentuan sistem dan tata cara wakaf ini akan dijelaskan dan diatur kemudian berdasarkan kepentingannya.

G. PENUTUP

Demikianlah proposal ini kami buat dengan sebenar-benarnya sebagai bahan acuan bagi para pewakaf dan seluruh pihak yang memiliki kepedulian terhadap pentingnya tashfiyah dan tarbiyah (pemurnian Islam dan pembinaan) kepada kaum muslimin sehingga terwujud masyarakat yang diridhoi oleh Allah Subhaanahu Wa Ta’ala. Semoga Allah Subhaanahu Wa Ta’ala senantiasa memberikan kemudahan, kekuatan, dan kesuksesan dalam tugas yang mulia ini. Dan semoga Allah Subhaanahu Wa Ta’ala berkenan mencatatnya sebagai amalan yang terbaik disisi-Nya. Shalawat dan salam semoga tetap tercurah kepada Nabi Muhammad Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam,  para keluarganya, dan para shahabatnya yang mulia.


[1] Shalih Al-Utsaimin, Syaikh Muhammad, Panduan Wakaf, Hibah dan Wasiat dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah, Penerjemah; Abu Hudzaifah, Penerbit: Pustaka Iman Syafi’i, 2008. dan Rasyid, H. Sulaiman, Fiqih Islam (Hukum Fiqh Islam), Penerbit Sinar Baru Algensindo, Cetakan ke-34, 2001.

[2] Diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam Kitab “Asy-Syuruuth”, Bab ”As-Syuruut fil Waqf,” (no. 2737) dan Muslim Kitab ”al-Washiyyah”, Bab ”al-Waqf” (no. 1633) dari Ibnu Umar Radiyallahu anhuma.

[3] Rasyid, H. Sulaiman, Fiqih Islam (Hukum Fiqh Islam), Penerbit Sinar Baru Algensindo, Cetakan ke-34, 2001.

[4] Sabiq, Sayyid, Fiqih Sunnah (IV/282), Bab ”al-Waqf”, Pentahqiq: Syaikh Muhammad Naashiruddin Al-Albani, Penerbit: Daarul Fath, Cetakan Kedua, Tahun 1419 H/1999 M. Sayyid Sabiq berkata: dan yang dimaksud dengan shadaqah jariyah adalah wakaf.

[5] Diriwayatkan oleh Muslim (III/ 1255) dalam Kitab “al-Washiyyah”, Bab “Maa Yalhaqul Insaan minast tsawaabi ba’da wa faatihi”, Abu Daud (III/300) dalam Kitab ”al-Washiyyah”, Bab ”Ash-shadaqatu ’anil mayyit”, An-nasa’i (VI/251) dalam Kitab ”al-Washiyyah”, Bab ”Fadhlush shadaqah ’anil mayyit”, At-Tirmidzi (III/651) dalam Kitab ”Al-Ahkaam”, Bab ”Fil Waqf” dan At-Tirmidzi berkata : Hadits Hasan Shahih.

[6] Muttafaqun ’alaih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari (V/97, Al-fath) dan Muslim (2580) dari sahabat Ibnu Umar Radiyallaahu ‘Anhuma.

[7] www. hbis.wordpress.com, tentang: Ketentuan-Ketentuan Wakaf oleh Badan Hukum.

Komentar»

1. alkiyan - 23 Februari 2011

minta izin mendonwload.trim

ibnuumarbgr - 18 Agustus 2012

Tafadhol..semoga bermanfaat.

2. Abu Fatih (Eka Patra, SE., MM) - 26 Agustus 2012

Assalamualaikum, mengenai proposal ini sebagai bagian dari saran perlu ditambahkan paparan program secara detail agar para donatur semakin jelas maksud dan tujuannya dalam arti apa saja program yang akan dilakasanakan dalam jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Eka Patra, SE., MM (Abu Fatih)


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: